PT PLN Indonesia Power Perkuat Komitmen Pelestarian Keanekaragaman Hayati melalui Program Konservasi dan Inovasi Lingkungan

PT PLN Indonesia Power Unit PLTP Gunung Salak terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui berbagai program konservasi flora dan fauna, inovasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengedepankan perlindungan ekosistem, pelestarian spesies, dan peningkatan kualitas lingkungan di kawasan sekitar operasional perusahaan.

Dalam bidang konservasi flora, perusahaan melaksanakan program pemulihan ekosistem melalui penyemaian, penanaman, dan pemeliharaan berbagai jenis pohon, meliputi Rasamala, Huru, Saninten, Puspa, Pasang Baturua, dan Kisireum. Hingga Juni 2026, program ini telah mencatat hasil penanaman sebanyak 1.600 pohon Rasamala, 1.200 pohon Huru, 1.000 pohon Saninten, 1.500 pohon Puspa, 450 pohon Pasang Baturua, dan 600 pohon Kisireum. Upaya konservasi flora juga dilakukan melalui program FLORAHASA (Flora Halimun Salak), dengan nilai indeks palahlar mencapai 15,48 pada 2026.

Pada aspek konservasi fauna, PT PLN Indonesia Power unit PLTP Gunung Salak mendukung pelestarian Elang Jawa melalui program konservasi elang dan pemantauan satwa menggunakan GPS Collar. Hingga Juni 2026, program konservasi elang mencatat hasil sebanyak 8 ekor, sedangkan program Jejak Langit Elang Jawa berhasil memantau 2 individu melalui teknologi GPS Collar. Selain itu, program Sahabat Satwa Elang Jawa di Pusat Suaka Elang Jawa (PSSEJ) mencatat 45 individu satwa. Kegiatan pemantauan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Halimun Salak juga menunjukkan hasil identifikasi sebanyak 36 spesies herpetofauna, 35 spesies mamalia, dan 77 spesies aves.

Sebagai bentuk pengembangan inovasi konservasi flora, perusahaan menerapkan Saninten Eco-Wick, yaitu inovasi penyediaan air bagi bibit Saninten melalui prinsip kapilaritas untuk membantu menjaga kelembapan media tanam pada zona perakaran. Hingga Juni 2026, inovasi ini telah diterapkan pada 25 pohon. Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemeliharaan bibit secara lebih efektif dan meningkatkan keberhasilan tumbuh tanaman. Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengembangkan pendekatan konservasi yang adaptif dan berkelanjutan.

Komitmen perusahaan terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui program Community Development, yaitu Pojok Sayur PLTP Gunung Salak dan Buah Lestari PLTP Gunung Salak. Hingga Juni 2026, Pojok Sayur telah mencatat hasil sebanyak 3.500 pohon, sedangkan Buah Lestari mencatat sebanyak 3.800 pohon. Kedua program tersebut diharapkan dapat mendukung penghijauan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan tanaman sayur dan buah yang berkelanjutan.

Melalui berbagai program tersebut, PT PLN Indonesia Power terus berupaya menyelaraskan kegiatan operasional pembangkitan energi panas bumi dengan perlindungan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, mengembangkan inovasi konservasi, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *