Area operasional industri biasanya mempunyai infrastruktur yang memadai. Namun area ini biasanya menjadi titik kritis keberadaan tumbuhan secara alami karena terhalang gedung atau infrastruktur perusahaan. Padahal disisi lain diperlukan adanya tumbuhan untuk menciptakan lingkungan yang asri dan sejuk. Berada pada wilayah Taman Nasional Gunung Halimun tentunya dengan adanya infrastruktur PT Indonesia Power PLTP Unit Gunung Salak mengakibatkan berkurangnya daya dukung lingkungan oleh tumbuhan secara alami. Oleh karena itu PT Indonesia Power PLTP Unit Gunung Salak berkomitmen untuk melakukan konservasi pohon di dalam area PLTP Gunung Salak. Hal ini melatarbelakangi dibuatnya Surat Ketetapan Manager Unit PLTP Gunung Salak.

Mengacu pada Surat ketetapan Manager Unit PLTP Gunung Salak, area konservasi yang ditetapkan yaitu sebesar 520 m2. Selain itu telah ditentukan jenis tanaman endemik wilayah Taman Nasional Gunung Halimun yang menjadi sasaran konservasi. Tanaman tersebut meliputi Rasamala, Huru, Saminten dan Puspa.

Saat ini, PT Indonesia Power telah mempunyai persemaian tanaman asli sebagai upaya dalam pemenuhan kewajiban penyediaan bibit untuk ditanam dalam penyelamatan lingkungan. Selain itu, sebagai upaya lanjutan dalam pemulihan kembali kondisi areal IPJLPB yang terpakai atau digunakan dalam operasional kegiatan pembangkitan terutama areal-areal yang secara teknis tidak secara intensif digunakan, maka dipandang perlu untuk dilakukan kegiatan pemulihan ekosistem atau restorasi kawasan IPJLPB.

Maksud dilaksanakannya kegiatan pemulihan ekosistem/ restorasi area IPJLPB adalah untuk menghutankan kembali areal-areal yang terbuka di dalam IPJLPB PT Indonesia Power. Adapun tujuannya adalah untuk mengembalikan fungsi ekosistem atau vegetasi yang mengalami kerusakan sesuai dengan tujuan pengelolaan TNGHS.

Peta Lokasi Penanaman

Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) adalah Pusat Rehabilitasi Satwa khusus Burung Pemangsa (Raptor) yang merupakan salah satu bentuk usaha menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada, selain merehabilitasi raptor salah satu tujuannya untuk memperkenalkan masyarakat semua kalangan kepada alam dan meningkatkan kesadaran akan nilai penting sumber daya alam yang beraneka dalam sebuah ekosistem kehidupan. Salah satu upaya penyelamatan jenis yang dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan perlindungan hukum melalui UU No. 5/1990 dan PP No. 7 dan No. 8/1999. Namun perlindungan hukum saja tidaklah cukup untuk menjaga keberadaan jenis dari berbagai ancaman yang menjadi penyebab penurunan populasi di alam, jika tidak diiringi dengan upaya konservasi lainnya. Kurang lebih lima tahun terakhir ini upaya penyelamatan jenis di Indonesia semakin meningkat karena tingkat ancaman terhadap keberadaan jenis juga semakin tinggi dan semakin tidak terkendali.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah kegiatan pelepasliaran satwa yang telah direhabilitasi. Dalam kerjasama program antara Balai TNGHS dengan PT Indonesia Power Kamojang POMU  Unit PLTP Gunung Salak, kegiatan pelepasliaran elang menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan yang dimasukan ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). Upaya ini menjadi komitmen Balai TNGHS dengan PT. Indonesia Power dalam melestarikan keberadaan burung-burung pemangsa di kawasan TNGHS.

Kegiatan pelepasliaran elang ini bertujuan untuk melepasliarkan elang hasil rehabilitasi di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, BTNGHS ke habitat aslinya dengan harapan Seluruh elang yang dilepasliarkan dapat berdaptasi di habitat barunya dan dapat berkembangbiak dengan baik, sehingga ekosistem di alam akan tetap terjaga dengan baik. Elang yang di lepasliarkan yaitu satu ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dan Elang Ular Bido (Spilornis cheela). Pada kesempatan pelepasliaran ini dhadiri oleh menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  ibu Siti Nurbaya, wakil ketua DPR komisi IV. Kegiatan pelepasliaran dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

NoNama LokalNama InggrisNama LatinNama PanggilanTanggal ReleaseLokasi
1.Elang Ular BidoCrested Serpant EagleSpilornis cheela19 Oktober 2016Cianten, TNGHS
2.Elang BrontokChangeable Hawk EagleNisaetus cirrhatus2 Maret 2017Wates-Cisoka, TNGHS
3.Elang Ular BidoCrested Serpent EagleSpilornis cheela  20 Juli 2017Cisalimar, TNGHS
4.Elang Alap JambulCrested Serpent EagleAccipiter trivirgatus20 Juli 2017Cisalimar, TNGHS
5.Elang Ular BidoCrested Serpent EagleSpilornis cheelaCakar28 April 2018Gorowek, TNGHS
6.Elang Brontok (Fase Terang)Changeable Hawk EagleNisaetus cirrhatusAdilia20 Nopember 2019Cidahu, TNGHS
7.Elang Ular BidoCrested Serpent EagleSpilornis cheelaRaja16 Juli 2020Gorowek, TNGHS
8.Elang Jawa Nisaetus bartelsiRahman1 Juni 2021BET, Cipelang TNGHS
9.Elang Ular BidoCrested Serpent EagleSpilornis cheelaGabriel1 Juni 2021BET, Cipelang TNGHS