Lebak, 22 Maret 2022. Bertempat di kawasan wisata Gunung Luhur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) melakukan pelepasliaran seekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) berjenis kelamin jantan yang diberi nama Yudisthira. Pelepasliaran Elang ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk dapat menjaga keberadaan jenis dari berbagai ancaman yang menjadi penyebab penurunan populasi di alam.

Pelepasliaran Elang merupakan salah satu kegiatan kerjasama PT Indonesia Power Unit PLTP Gunung Salak dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) sebagai bentuk komitmen PT Indonesia Power dalam melestarikan keanekaragaman hayati. Program Pelepasliaran bertujuan untuk melepas satwa dilindungi yang telah melalui proses rehabilitasi ke habitat alaminya, dengan tujuan untuk memberi kesempatan pada satwa dilindungi yang telah dibawa keluar habitat untuk hidup bebas di alam, menambah populasi jenis (species) di alam,  meningkatkan nilai konservasi kawasan dalam jangka panjang, dan mendorong pendidikan konservasi kepada masyarakat, serta memperkuat nilai  konservasi lokal terhadap satwa liar, khususnya yang terancam punah.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai TNGHS, Ahmad Munawir, S.Hut, M.Si.; Wakil Bupati Lebak, H. Edi Sumardi, S.E.; Ketua Satuan Adat Banten Kidul (SABAKI), H. Sukanta, M.Pd.; Ketua Majelis Permusyawaratan Masyarakat Kasepuhan (MPMK), Junaedi Ibnu Jarta; dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten, Enong Suhaeti; Serta Humas PT Indonesia Power Unit PLTP Gunung Salak, Cece Sutisna.

Pendidikan Lingkungan merupakan salah satu bentuk penyadartahuan kepada generasi muda untuk menjaga dan turut serta dalam melindungi kekayaan sumberdaya alam di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Langkah konservatif ini memiliki dampak yang cukup efektif dalam menurunkan angka gangguan terhadap kawasan hutan, serta meningkatkan kepedulian masyarakat dalam melestarikan hutan dan keanekaragaman hayati baik Flora maupun Fauna. Salah satu bentuk penyadartahuan kepada generasi muda dan masyarakat yang dilakukan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang bekerjasama dengan PT. Indonesia Power adalah dengan melaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan yang dilaksanakan di Resort Cikaniki pada Tanggal 18-19 September 2020. Pendidikan lingkungan ini melibatkan kader konservasi binaan PT. Indonesia Power dan BTNGHS, masyarakat disekitar kawasan BTNGHS, Guru-guru yang berada disekitar kawasan BTNGHS dan EKSATLI (Kader Konservasi BKSDA Jakarta). Tujuan dari adanya pelaksanaan kegiatan pendidikan lingkungan ini adalah memberikan pengetahuan dan penambahan nilai-nilai lingkungan yang dapat ditanamkan kepada masyarakat dan generasi muda dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan serta memeperkenalkan potensi sumberdaya alam yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Selain hal tersebut diatas, kegiatan pendidikan lingkungan ini dilaksanakan dalam rangkka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional. Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Ahmad Munawir., S.Hut, M.Si), Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (Karyadi S.Hut, M.I,L), perwakilan PT. Indonesia Power (Cece Sutisna). Dalam pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber yang hadir yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab lalu kegiatan pendampingan kunjungan lapangan agar peserta lebih mengenal dekat dengan alam. Dalam kegiatan kunjungan lapangan dilakukan di hutan kawasan cikaniki yang merupakan salah satu kawasan dengan ekosistem hujan tropis yang masih sangat baik dan memiliki keanaka ragaman hayati yang masih terjaga. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pendidikan lingkungan ini dan juga peserta yang mengkuti kegiatan tersebut merasakan pentingnya upaya perlindungan terhadap sumberdaya alam di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, kekayaan flora dan fauna  yang keberadaannya di alam harus dipertahankan hingga ke generasi selanjutnya.

Dengan adanya program pendidikan lingkungan yang diadakan oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun salak yang bekerjasama dengan PT. Indonesia Power merupakan salah satu dukungan partisipasi yang diberikan oleh  PT. Indonesia Power dalam mendukung penyadartahuan untuk masyarakat dan generasi muda dalam menjaga lingkungan dan sumberdaya alam sehingga akan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan serta memeperkenalkan potensi sumberdaya alam yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

PT. Indonesia Power adalah perusahaan pembangkit tenaga listrik yang memnafaatkan sumber energi panas bumi. Dalam menjalankan operasinya, PT. Indonesia Power telah mempunyai Ijin Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi (IPJLPB). Pada saat ini PT. Indonesia Power  telah mempunyai persemaian tanaman asli sebagai kewajiban penyediaan bibit untuk ditanam dalam penyelamatan lingkungan. Selain itu, sebagai upaya lanjutan dalam pemulihan kembali kondisi areal IPJLPB yang terpakai atau digunakan dalam operasional kegiatan pembagkitan terutama areal-areal yang secara teknis tidak secara intensif digunakan, maka dipandang perlu untuk dilakukan kegiatan pemulihan ekosistem atau restorasi kawasan IPJLPB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui areal-areal terbuka di dalam IPJLPB yang perlu untuk dipulihkan atau direstorasi. Tahapan kegiatan dalam pelaksanaan pemulihan ekosistem area IPJLPB diantaranya adalah:

  1. Pemeliharaan persemaian spesies tumbuhan asli. PT. Indonesia Power telah mempunyai persemaian spesies asli berukuran 4×6 meter dengan jumlah bibit 200 bibit yang terdiri dari jenis Puspa sebanyak 50 bibit, Rasamala sebanyak 50 bibit, Saninten sebanyak 50 bibit, dan Huru sebanyak 50 bibit.
  2. Penanaman spesies tumbuhan asli, setelah bibit yang ada di persemaian telah siap tanam, maka dilakukan penanaman di areal IPJLPB terutama yangberada di lingkungan kantor dan fasilitas pembangkitan PT. Indonesia Power. Kegiatan penanaman ini dilaksanakan oleh Balai TNGHS, PT. Indonesia Power dan Masyarakat syang berada di sekitar kawasan PT. Indonesia Power.

Area operasional industri biasanya mempunyai infrastruktur yang memadai. Namun area ini biasanya menjadi titik kritis keberadaan tumbuhan secara alami karena terhalang gedung atau infrastruktur perusahaan. Padahal disisi lain diperlukan adanya tumbuhan untuk menciptakan lingkungan yang asri dan sejuk. Berada pada wilayah Taman Nasional Gunung Halimun tentunya dengan adanya infrastruktur PT Indonesia Power PLTP Unit Gunung Salak mengakibatkan berkurangnya daya dukung lingkungan oleh tumbuhan secara alami. Oleh karena itu PT Indonesia Power PLTP Unit Gunung Salak berkomitmen untuk melakukan konservasi pohon di dalam area PLTP Gunung Salak. Hal ini melatarbelakangi dibuatnya Surat Ketetapan Manager Unit PLTP Gunung Salak.

Mengacu pada Surat ketetapan Manager Unit PLTP Gunung Salak, area konservasi yang ditetapkan yaitu sebesar 520 m2. Selain itu telah ditentukan jenis tanaman endemik wilayah Taman Nasional Gunung Halimun yang menjadi sasaran konservasi. Tanaman tersebut meliputi Rasamala, Huru, Saminten dan Puspa.

Saat ini, PT Indonesia Power telah mempunyai persemaian tanaman asli sebagai upaya dalam pemenuhan kewajiban penyediaan bibit untuk ditanam dalam penyelamatan lingkungan. Selain itu, sebagai upaya lanjutan dalam pemulihan kembali kondisi areal IPJLPB yang terpakai atau digunakan dalam operasional kegiatan pembangkitan terutama areal-areal yang secara teknis tidak secara intensif digunakan, maka dipandang perlu untuk dilakukan kegiatan pemulihan ekosistem atau restorasi kawasan IPJLPB.

Maksud dilaksanakannya kegiatan pemulihan ekosistem/ restorasi area IPJLPB adalah untuk menghutankan kembali areal-areal yang terbuka di dalam IPJLPB PT Indonesia Power. Adapun tujuannya adalah untuk mengembalikan fungsi ekosistem atau vegetasi yang mengalami kerusakan sesuai dengan tujuan pengelolaan TNGHS.

Peta Lokasi Penanaman

Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) adalah Pusat Rehabilitasi Satwa khusus Burung Pemangsa (Raptor) yang merupakan salah satu bentuk usaha menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada, selain merehabilitasi raptor salah satu tujuannya untuk memperkenalkan masyarakat semua kalangan kepada alam dan meningkatkan kesadaran akan nilai penting sumber daya alam yang beraneka dalam sebuah ekosistem kehidupan. Salah satu upaya penyelamatan jenis yang dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan perlindungan hukum melalui UU No. 5/1990 dan PP No. 7 dan No. 8/1999. Namun perlindungan hukum saja tidaklah cukup untuk menjaga keberadaan jenis dari berbagai ancaman yang menjadi penyebab penurunan populasi di alam, jika tidak diiringi dengan upaya konservasi lainnya. Kurang lebih lima tahun terakhir ini upaya penyelamatan jenis di Indonesia semakin meningkat karena tingkat ancaman terhadap keberadaan jenis juga semakin tinggi dan semakin tidak terkendali.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah kegiatan pelepasliaran satwa yang telah direhabilitasi. Dalam kerjasama program antara Balai TNGHS dengan PT Indonesia Power Kamojang POMU  Unit PLTP Gunung Salak, kegiatan pelepasliaran elang menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan yang dimasukan ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). Upaya ini menjadi komitmen Balai TNGHS dengan PT. Indonesia Power dalam melestarikan keberadaan burung-burung pemangsa di kawasan TNGHS.

Kegiatan pelepasliaran elang ini bertujuan untuk melepasliarkan elang hasil rehabilitasi di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, BTNGHS ke habitat aslinya dengan harapan Seluruh elang yang dilepasliarkan dapat berdaptasi di habitat barunya dan dapat berkembangbiak dengan baik, sehingga ekosistem di alam akan tetap terjaga dengan baik. Elang yang di lepasliarkan yaitu satu ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dan Elang Ular Bido (Spilornis cheela). Pada kesempatan pelepasliaran ini dhadiri oleh menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  ibu Siti Nurbaya, wakil ketua DPR komisi IV. Kegiatan pelepasliaran dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

NoNama LokalNama InggrisNama LatinNama PanggilanTanggal ReleaseLokasi
1.Elang Ular BidoCrested Serpant EagleSpilornis cheela–19 Oktober 2016Cianten, TNGHS
2.Elang BrontokChangeable Hawk EagleNisaetus cirrhatus–2 Maret 2017Wates-Cisoka, TNGHS
3.Elang Ular BidoCrested Serpent EagleSpilornis cheela–  20 Juli 2017Cisalimar, TNGHS
4.Elang Alap JambulCrested Serpent EagleAccipiter trivirgatus–20 Juli 2017Cisalimar, TNGHS
5.Elang Ular BidoCrested Serpent EagleSpilornis cheelaCakar28 April 2018Gorowek, TNGHS
6.Elang Brontok (Fase Terang)Changeable Hawk EagleNisaetus cirrhatusAdilia20 Nopember 2019Cidahu, TNGHS
7.Elang Ular BidoCrested Serpent EagleSpilornis cheelaRaja16 Juli 2020Gorowek, TNGHS
8.Elang Jawa Nisaetus bartelsiRahman1 Juni 2021BET, Cipelang TNGHS
9.Elang Ular BidoCrested Serpent EagleSpilornis cheelaGabriel1 Juni 2021BET, Cipelang TNGHS