PELEPASLIARAN SATWA ELANG 2021
Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) adalah Pusat Rehabilitasi Satwa khusus Burung Pemangsa (Raptor) yang merupakan salah satu bentuk usaha menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada, selain merehabilitasi raptor salah satu tujuannya untuk memperkenalkan masyarakat semua kalangan kepada alam dan meningkatkan kesadaran akan nilai penting sumber daya alam yang beraneka dalam sebuah ekosistem kehidupan. Salah satu upaya penyelamatan jenis yang dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan perlindungan hukum melalui UU No. 5/1990 dan PP No. 7 dan No. 8/1999. Namun perlindungan hukum saja tidaklah cukup untuk menjaga keberadaan jenis dari berbagai ancaman yang menjadi penyebab penurunan populasi di alam, jika tidak diiringi dengan upaya konservasi lainnya. Kurang lebih lima tahun terakhir ini upaya penyelamatan jenis di Indonesia semakin meningkat karena tingkat ancaman terhadap keberadaan jenis juga semakin tinggi dan semakin tidak terkendali.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah kegiatan pelepasliaran satwa yang telah direhabilitasi. Dalam kerjasama program antara Balai TNGHS dengan PT Indonesia Power Kamojang POMU Unit PLTP Gunung Salak, kegiatan pelepasliaran elang menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan yang dimasukan ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). Upaya ini menjadi komitmen Balai TNGHS dengan PT. Indonesia Power dalam melestarikan keberadaan burung-burung pemangsa di kawasan TNGHS.
Kegiatan pelepasliaran elang ini bertujuan untuk melepasliarkan elang hasil rehabilitasi di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, BTNGHS ke habitat aslinya dengan harapan Seluruh elang yang dilepasliarkan dapat berdaptasi di habitat barunya dan dapat berkembangbiak dengan baik, sehingga ekosistem di alam akan tetap terjaga dengan baik. Elang yang di lepasliarkan yaitu satu ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dan Elang Ular Bido (Spilornis cheela). Pada kesempatan pelepasliaran ini dhadiri oleh menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ibu Siti Nurbaya, wakil ketua DPR komisi IV. Kegiatan pelepasliaran dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
| No | Nama Lokal | Nama Inggris | Nama Latin | Nama Panggilan | Tanggal Release | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Elang Ular Bido | Crested Serpant Eagle | Spilornis cheela | – | 19 Oktober 2016 | Cianten, TNGHS |
| 2. | Elang Brontok | Changeable Hawk Eagle | Nisaetus cirrhatus | – | 2 Maret 2017 | Wates-Cisoka, TNGHS |
| 3. | Elang Ular Bido | Crested Serpent Eagle | Spilornis cheela | – | 20 Juli 2017 | Cisalimar, TNGHS |
| 4. | Elang Alap Jambul | Crested Serpent Eagle | Accipiter trivirgatus | – | 20 Juli 2017 | Cisalimar, TNGHS |
| 5. | Elang Ular Bido | Crested Serpent Eagle | Spilornis cheela | Cakar | 28 April 2018 | Gorowek, TNGHS |
| 6. | Elang Brontok (Fase Terang) | Changeable Hawk Eagle | Nisaetus cirrhatus | Adilia | 20 Nopember 2019 | Cidahu, TNGHS |
| 7. | Elang Ular Bido | Crested Serpent Eagle | Spilornis cheela | Raja | 16 Juli 2020 | Gorowek, TNGHS |
| 8. | Elang Jawa | Nisaetus bartelsi | Rahman | 1 Juni 2021 | BET, Cipelang TNGHS | |
| 9. | Elang Ular Bido | Crested Serpent Eagle | Spilornis cheela | Gabriel | 1 Juni 2021 | BET, Cipelang TNGHS |



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!